Jenis-jenis Penyakit Telinga
Salah satu pancaindra manusia adalah telinga yang berfungsi untuk mendengar. Apa jadinya jika kita tidak mampu lagi mendengar ? Dunia yang indah ini akan terasa hampa, hening, dan sepi. Sebagai salah satu pancaindra andalan, menjaga kesehatan telinga sangatlah penting. Mari kita simak macam-macam penyakit telinga agar kita selalu waspada dan berhati-hati menjaga kesehatan telinga.
Penyakit telinga dibagi ke dalam tiga kelompok. Penyakit telinga bagian luar, penyakit telinga tengah, dan gangguan pendengaran pada usia tua. Umumnya, macam-macam penyakit telinga dapat mengakibatkan ketulian dan gangguan keseimbangan. Inilah beberapa penyakit telinga yang paling sering di temui di masyarakat.
1. Othematoma
Salah satu dari macam-macam penyakit telinga yang satu ini disebut juga penyakit telinga bunga kol. Ini adalah sebuah kelainan genetis pada telinga seseorang. Ketika terdapat gangguan di tulang rawan telinga didampingi dengan munculnya pendarahan internal dan berlebihannya pertumbuhan jaringan telinga.
2. Penyumbatan
Ini sebenarnya bukan penyakit, tetapi gejala yang diakibatkanya sangat mengganggu yaitu sulit mendengar dan hilang keseimbangan. Produksi kotoran telinga yang berlebihan bisa menyumbat salah satu atau kedua saluran telinga Membersihkan telinga adalah cara mudah menghindari penyakit ini.
Namun jika kotoran telinga sudah telanjur menumpuk, berkonsultasilah ke dokter. Dokter akan memberikan obat tetes dan menggunakan cara yang tepat untuk membuang kotoran telinga Anda.
Dalam kasus ini tidak disarankan untuk memaksakan diri membersihkan telinga dengan kasar, termasuk mencolok-colok lubang telinga terlalu dalam. Kulit lubang telinga yang tipis akan lecet jika terus menerus dikorek. Akibatnya telinga akan barnanah, nanah tersebut bercampur dengan kotoran telinga dan berbau tak sedap.
Apabila sudah begini, hindari masuknya cairan apa pun (termasuk air mandi) ke dalam telinga, mintalah bantuan dokter ahli untuk menyembuhkan infeksi dan membersihkan kotoran telinga. Biasanya dokter akan menjaga telinga Anda agar tetap kering dengan tidak member obat tetes, melainkan langsung mengambil kotoran dengan menggunakan alat pengisap khusus.
3. Perikondritis
Ini adalah salah satu dari macam-macam penyakit telinga bagian luar. Perikondritis merupakan istilah untuk tulang rawan telinga luar yang terinfeksi. Infeksi ini umumnya terjadi akibat luka cedera, gigitan serangga, dan bisul daun telinga yang dipecahkan dengan sengaja
Pada perikondritis telinga pasien akan mengeluarkan nanah. Hanya saja kali ini sumber nanah bisa terlihat jelas, yakni di bagian tulang rawan telinga luar. Bercampurnya nanah dan bakteri adalah masalah utama dalam penyakit ini.
Jika sudah menumpuk dan membengkak, nanah dapat memutuskan aliran darah ke tulang rawan telinga bagian luar lantas mengakibatkan rusaknya tulang rawan. Dalam jangka panjang. Tulang rawan telinga luar ini menjadi aneh bentuknya sehingga terlihat seperti adanya kelainan bentuk daun telinga.
Penyakit yang sifatnya merusak dan menahun ini hanya menunjukkan gejala-gejala ringan. Oleh karena itu biasanya si penderita tidak menyadari bahwa dirinya mengidap perikondritis dan membiarkannya begitu saja. Padahal sebaiknya penderita berkonsultasi dengan dokter sejak nanah mulai keluar.
4. Tinnitius
Tinnitus adalah penyakit telinga ringan yang cukup mengganggu penderitanya. Gejala tinnitus berupa bunyi berdengung, berdesir, dan sebagainya. Biasanya penyakit ini akan menghilang begitu saja tanpa disadari oleh penderitanya. Akan tetapi tinnitus yang tidak diobati akan memicu tumor telinga, tetapi hal ini sangat jarang terjadi.
Beberapa bunyi memang wajar didengar dari dalam telinga. Biasanya bunyi tersebut adalah bunyi pergerakan kotoran telinga. Umumnya bunyi ini tidak terdengar karena kita biasa hidup di tempat bising dengan segala bunyi-bunyian. Akan tetapi ketika kita berada di tempat sunyi, bunyi dalam telinga akan terdengar jelas.
Untuk memahami apa penyebab tinnitus pada telinga pasiennya, seorang dokter THT akan melaksanakan sejumlah tes pendengaran dan memeriksa riwayat kesehatan dan lingkungan hidup pasiennya. Setelah diketahui penyebabnya, dokter akan memberi rekomendasi-rekomendasi tertentu yang sesuai.




